Selasa, 20 Januari 2009

JIN TIDUR


(Darussalam, 10 Juli 2008, buat teman-teman di prajabatan)


Deret kursi menanti menguji kesetiaan
membuktikan dengan angkuh
kebendaannya yang sempurna

Tidak dengan kata-kata saudara
tidak dengan benda
tidak dengan senyuman
tapi dengan buaian dalam nyanyian jin-jin tidur

Angin-angin artikulasi tertiup dari corong berwibawa
mengantar sisi-sisi hidup tuk berarti
mengantar sisi-sisi alis meredupkan mata
mata-mata yang tidak mesti tidur
mata-mata yang munafik akan tugasnya
mata-mata yang mengusung pena "pelanggaran hak asasi mata"
mata-mata yang mengobarkan ...aku...ingin ...tidur..walau sedetik saja

Penjajahan rupanya beluam usai
genderang perang sudah ditabuh
jin-jin tidur merapatkan barisan
mengayuh perahu kelopak
menegakkan bendera-bendera ngantuk
menutup jendela-jendela masa depan

Bangun...bangun...
bangunkan matamu
biarkan dia menatap keindahan
biarkan dia merobek kertas-kertas penjajahan
biarkan dia mengatakan "aku ingin tegar sayang"

Agar kegenggam mangkuk keceriaanku
agar kutebar kasih
agar kutanam bibit sayangku
agar kupetik buah cintaku
untuk sata kata ...sempurna


Tidak ada komentar:

Posting Komentar