Selasa, 20 Januari 2009

AGUNG YANG MERAUNG



(buat Agung di prajabatan-Darussalam Juli 2008)

Satria....
Awalnya kau begitu indah
kupuja namamu seirama agungku
kupuji wajahmu seagung rembulan
kuhormati martabatmu seagung ibuku
kusanjung pesenomau menundukkan naluri lelakiku
pesonamu begitu indah
bahkan menaklukkan waktu, hari di Darussalam

Satria...
Pesonamu telah mengikis kewarasanku
hingga Kutantang badai sebesar bumi
kuremukkan biji-biji kemiri di camba
keminum deras air di Bantimurung
keseberangi sungai di cenrana
kudaki gunung bulusaraung
hanya karena aura namamu
S.A.T.R.I.A sambutlah tanganku kan gupai pesawat dibandari

Satria....
Kini aku sadar
Aku hanya bermain-main dengan imajinasiku
seorang lelaki pilihan telah kau sambut cintanya
lelaki yang begitu agung bagimu
tapi tak seagung diriku
Lelaki yang begitu jantan
tapi tak sejantan diriku
dia....yaa.. dia..
Ince Jamaluddin namanya

Biar-biarlah
Biar kujalani hari ini tanpa namamu lagi
hatiku yang remuk kubiarkan pecah
jiwaku yang kosong kubiarkan melompong
bunga-bunga pesonamu kini tampak kering dimataku
Sakit hatiku.....
meraung naluriku, melayang harapanku
setiap kulihat kau bersamanya

Satria..
Badai sebesar bumi kubiarkan meluluhkanku
biji-biji kemiri kembali kutaburkan dengan tetes air mata
biar derasnya air dibantimurung menghanyutkan jasadku
biar sungai cenrana menenggelamkan namaku
biar bulusaraung menindih imajinasiku

Satria....
Berangkatlah sayang
Raihlah impiamu bersamanya
Tunjukkan kepadanya kalau kamu adalah wanita idaman
Tunjukkan kepadanya kalau jiwamu adalah belahan jiwanya
jiwa yang mengusung kesetiaan
kesetiaan tanpa kemunafikan cinta kasih
disini sendiri menyendiri
menanti kebahagiaanmu
juga kebahagiaanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar